Data dan Sejarah Mudik Lebaran

Mudik adalah kegiatan perantau/pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan tradisi mudik dengan skala besar adalah Lebaran (Hari Raya Idul Fitri). Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang tua. Transportasi yang digunakan antara lain : pesawat terbang, kereta api, kapal laut, bus, dan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor, bahkan truk dapat digunakan untuk mudik. Tradisi mudik muncul pada beberapa negara berkembang dengan mayoritas penduduk Muslim, seperti Indonesia dan Bangladesh.

Awalnya, mudik tidak diketahui kapan. Tetapi ada yang menyebutkan sejak zaman Majapahit dan Mataram Islam. Dulu, wilayah kekuasaan Majapahit hingga ke Sri Lanka dan Semenanjung Malaya. Oleh karena itu, pihak kerajaan Majapahit menempatkan pejabatnya ke berbagai wilayah untuk menjaga daerah kekuasaannya. Suatu ketika, pejabat itu akan balik ke pusat kerajaan untuk menghadap Raja dan mengunjungi kampung halamannya. Hal ini kemudian dikaitkan dengan fenomena mudik.

Prediksi Jumlah Pemuik 2018

  • Mobil Pribadi 3,72 Juta mobil
  • Sepeda Motor 8,5 juta sepeda motor
  • Bus 8,09 juta orang
  • Kereta Api 4,63 juta orang
  • Pesawat 5,75 juta orang
  • Kapal 1,77 juta orang

Pilihan Moda Transportasi

  • 46,7 % Pemudik memilih menggunakan mobil pribadi.
  • 53,3% memilih menggunakan transportasi umum seperti bus, kereta api, pesawat, hingga sepeda motor.

Tujuan pemudik asal Jabodetabek

  • Jawa Barat 10%
  • Jawa Tengah 26%, DIY 9%
  • Jawa Timur 13%.

Data diolah dari berbagai sumber.