Warga Kartasura Berbagi Nasi Bungkus

Arti berbagi adalah memberi atau menerima sesuatu dari barang, cerita, kisah, uang, makanan, dan segala hal yang penting bagi hidup kita, berbagi juga bisa kepada Tuhan. sesama, alam, dan setiap hal di bumi ini. Manusia adalah makhluk sosial, jadi manusia saling membutuhkan satu sama lain, kita membutuhkan orang lain, dan orang lain membutuhkan kita juga , karena hal itu kita harus berbagi dan orang lain akan berbagi kepada kita juga.

Berbagi itu indah, berbagi tak pernah rugi, berbagi itu membahagiakan. Berbagi dengan orang lain tidak perlu menunggu kaya raya. Berbagi juga tak harus sesuatu yang mewah. Berbagi nasi bungkus pun akan sangat berharga bagi mereka yang membutuhkan.

Sekarang ini di Indonesia banyak sekali gerakan melakukan kegiatan sosial seperti membagikan nasi bungkus untuk kaum marjinal. Bersedekah sepertinya sudah menjadi sebuah kebiasaan bagi masyarakat Indonesia. Kebiasaan yang tentunya diharapkan akan terus berlanjut dan makin berkembang.

Jika melihat kebiasaan bersedekah yang semakin menjamur tak mengherankan apabila dalam sebuah penelitian yang dilakukan lembaga Gallup dan diterbitkan Forbes.com pada Juni lalu menyebut Indonesia sebagai salah satu negara yang warganya paling dermawan. Indonesia berada di peringkat kedua di bawah Myanmar yang berada di peringkat pertama yang warganya gemar memberikan sumbangan.

Gerakan bersedekah semakin banyak dan mudah ditemui. Salah satu diantaranya adalah gerakan berbagi nasi bungkus Pawartos (Paguyuban Warga Ageng Kartasura). Giat berbagi nasi bungkus ini murni gerakan sosial tanpa sponsor dan tidak berafiliasi dengan partai politik manapun.

Giat Berbagi Nasi Bungkus Pawartos

Giat berbagi nasi bungkus sendiri dilakukan pada hari Minggu (9/7/2018) oleh puluhan anggota Pawartos dan Srikandi Pawartos di daerah Kartasura dan sekitarnya. Giat bagi nasi bungkus diprioritaskan kepada penarik becak, supeltas, pemulung dan warga sekitar yang layak menerimanya. Nasi bungkus sendiri dikumpulkan dari anggota Pawartos, masing-masing anggota membawa satu, dua atau lebih nasi bungkus yang dikumpulkan di titik pemberangkatan yaitu Tugu Pancasila Kartasura. Titik pembagiannya dimulai dari lampu merah Rs. PKU Kartasura, Makam Haji, Tugu Lilin Pajang, UMS, dan kembali lagi menuju pasar Kartasura. Diakhir giat masih ada sisa nasi bungkus dan dibagikan ke anak – anak jalanan yg berasal dari malang.

“Dengan adanya gerakan giat berbagi nasi bungkus kami ingin membumikan sedekah bahwa pada dasarnya semua orang bisa bersedekah. Selain itu kami juga ingin menularkan semangat berbagi. Jika berbagi bersama-sama maka makin banyak penerima dan insha Allah makin besar manfaatnya bagi orang lain,” ujar salah satu peserta giat tersebut yang tidak mau disebutkan namanya.

Anggota Pawartos lain yang mengikuti giat ini, Dhentok, mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru yang mengesankan saat membagikan nasi bungkus. “Hal yang paling menyenangkan melihat senyuman para penerima nasi bungkus. Saya juga sering terharu ketika mereka mendoakan kami,” cerita Dhentok.

“Alhamdulillah Pawartos Bagi Nasi selesai Nasi bungkus yg terkumpul 366 bungkus luar biasa antusias warga Kartasura dan trimakasih buat para donatur semoga menjadi ladang amal ibadah sedulur2 Saya mewakili pengurus mengucapkan banyak terimakasih” tulis Dheny Kristianto di group facebook Pawartos.

Dengan bersedekah tidak akan mengurangi rezeki seseorang, justu akan menambah rezeki orang yang ikhlas bersedekah.