Kemeriahan Karnaval Budaya HUT Kartasura ke-338

Paguyuban Wargo Ageng Kartosuro (PAWARTOS) menggelar Karnaval Budaya dalam rangka memperingati HUT Kartasura ke-338. Berbagai acara budaya digelar untuk mengingatkan dan mengukuhkan kembali Kartasura yang juga merupakan cikal bakal Keraton Surakarta.

Karnaval Budaya yang digelar pada Minggu (16/9) sore hingga larut malam itu di ikuti oleh 37 kelompok peserta. Pesertanya kelompok seni, RT/RW mewakili desa se Kartasura, organisasi masyarakat dan sosial di Kartasura. Iring-iringan karnaval sejauh 2 km dimulai dari pertigaan Gembongan sampai pelataran Bekas Benteng Keraton Kartasura.

Kemeriahan dilanjutkan malam harinya di lokasi panggung sekitar Petilasan Keraton Kartasura, dengan sajian pentas seni budaya berupa tari tarian, ketoprak, campursari dan musik dangdut.

“Festival budaya ini sebagai penanda berdirinya Kartasura 338 tahun yang lalu. Seluruh warga Kartasura ikut berperan dan berpartisipasi,” kata Fajaryanto yang akrab di sapa Jarot sebagai ketua panitia sekaligus Ketua Paguyuban Wargo Ageng Kartosuro (PAWARTOS).

Dalam acara tersebut juga di bacakan teks deklarasi penanda berdirinya organisasi Paguyuban Wargo Ageng Kartosuro (PAWARTOS) oleh ketua umum Fajaryanto di dampingi oleh pengurus dan dewan pembina Pawartos. Sebagai penanda deklarasi, Camat Kartasura Suyatman, AP. Msi menyerahkan bendera Pawartos ke pada ketua umum Fajaryanto.

Ikut menambah kesakralan hari jadi Kartasura, Sanggar seni tari dan budaya Mbah Singo Edan menyajikan reog spesial dengan koreografi khusus dengan kisah ‘memayu hayuning kamardikane Kartasura’.

“Ada lakon cerita dari sajian tarian menggambarkan kejayaan Kartasura. Dilengkapi tarian jathil iker, warok ponorogo, Bujang gonong, Klono suwandono dan dodok merak,” kata KRHT Eko Haryanto Ssn, sang koreografi.

Meimei salah warga Kartasura yang ditemui oleh tim redaksi infopawartos.com di lokasi mengaku menikmati rangkaian acara Karnaval Budaya Kartasura dan berharap bisa digelar secara rutin setiap tahun.

“Saya bisa bangga bisa menjadi warga Kartasura, harapannya kegiatan peringatan hari jadi Kartasura ini kedepannya dikemas lebih rapi dan bisa menjadi acara rutin tahunan.” kata Meimei.

Warga kartasura lainnya, Saptono yang datang bersama dengan anaknya mengaku menikmati iring-iringan karnaval yang sudah lama tidak digelar di Kartasura tersebut, dia berharap ini menjadi agenda nasional. “Saya berharap ini biasa digelar secara rutin, kalau bisa menjadi event nasional, karena kisah Kartasura tidak lepas dari sejarah kerajaan kerajaan di Indonesia,” tandasnya.

Berikut ini adalah foto-foto kemeriaan Karnaval Budaya Hut Kartasura ke-338