Perjalanan melelahkan Pak Taslim sekeluarga dari Blitar ke Brebes

Kartasura, infopawartos.com – Waktu menunjukkan pukul 01.00 WIB dini hari, handphone saya melantunkan tembang 11 januarinya Gigi Band. Suara gugup terdengar nyaring dari ujung telpun. Saya diam mendengarkan kronologi kisah satu keluarga yang terdampar di Masjid Ibadullah utara pabrik Tyfountex Kartasura.

Sesekali saya bertanya untuk memperjelas kronologi kisah tersebut, akhirnya saya paham bahwa keluarga tersebut butuh uluran tangan. Tanpa berfikir lama akhirnya saya putuskan untuk bertemu dengan teman diujung telpon tadi. Sesampainya di lokasi, Deni Kristianto (Pendiri sekaligus Wakil ketua umum Pawartos) dan Achmad sudah berbincang hangat dengan Bapak Taslim di teras Masjid Ibadullah tersebut.

Pak Taslim menceritakan perjalanan panjang yang dilaluinya hari ini. Dia beserta keluarganya yang terdiri dari istri dan kelima anaknya, salah satunya masih bayi berumur 2,5 tahun perjalanan pulang dari Blitar ke Brebes perbatasan dengan Cirebon. Di Blitar dia menjenguk adiknya yang sakit. Kisah pilu dimulai sesampainya di Nganjuk, tas kecil slempang yang berisi dompet, uang, HP dan barang lainnya hilang.

Setelah mengetahui tasnya hilang, Pak Taslim lapor ke pihak yang berwajib akan tetapi belun ada hasil. Akhirnya dia beserta keluarganya melanjutkan perjalanannya ke Solo secara estafet mencari tumapngan, sampai Solo hari sudah sore, kemudian pukul 17.00 WIB sampailah di masjid Ibadullah tersebut untuk istirahat dan berharap mendapatkan tumpangan lagi. Akan tetapi sampai larut malam apa yang dia kehendaki tidak terwujud, sampai akhirnya ada postingan di group facebook Pawartos dan di dintaklanjuti oleh anggota Pawartos seksi Siaga.

Secara sigap Deni mengambil keputusan untuk membantu ongkos pulang Pak Taslim ke Brebes. “modal kita bismillah saja,” ucap Deni kepada teman-teman di lokasi. Satu persatu dia menghubungi teman dan koleganya serta share berita tersebut ke group komunitas Pawartos. Akhirnya pukul 02.30 pagi uang sudah terkumpul cukup untuk ongkos bis dan beberapa rupiah untuk makan selama perjalanan pulang Pak Taslim beserta keluarga ke Brebes.

“Pak, dengan apa kami bisa membalas bantuan anda sekalian, saya sangat berterimakasih atas bantuan anda sekalian, semoga Allah membalas kebaikan anda semua, terimakasih banyak. ” ucap Pak Taslim lirih.

Pukul 03.00 WIB kami mengantar Pak Taslim ke halte bis yang terletak di sebelah barat Tugu Pancasila Kartasura. Tidak selang beberapa lama akhirnya bus jurusan Semarang tiba dilokasi untuk mengantar keluarga Pak Taslim beserta keluarga ke terminal semarang, kemudian oper bis dari Semarang ke Brebes. Semoga selamat sampai tujuan pak, ucap kami lirih dalam hati.


Terimakasih buat Muhammad Wakhid R yang telah memberikan informasinya di group facebook Pawartos. Berikut isinya:

Assalamualaikum admin, sedulur”..

Mohon ijin lapor sekaligus minta solusi..

Ceritanya ini malam saya pulang ,mampir masjid utara tyfountex ,disana ada 1 keluarga jumlah 7 orang (ayah ibu ,dan 4 ananknya yg satu masi bayi), dr blitar otw pulang Jabar. ceritanya mereka kena musibah kehilangan tas isi uang dan dompet di terminal ,menurut pengakuanya sudah lapor polisi tp blum mndapt konfirmasi, saat ini 1 keluarga itu masi berada di masjid utara tyfountex, dengan estafet tumpangan tadi habis magrib dengan tujuan nanti subuh ada estafet lagi ke barat… Sy kasihan karena ada 1 anak yg masih bayi, menurut sy pribadi dari pengakuan mereka ,mereka jujur . Dan dengan keterbatasan saya ,sy blum bisa mmberi solusi materi penuh, hnya aku kasi logistik konsumsi….

Monggo kalo dulur bisa memberikan solusi..

Sekian laporan . wassalamu’alaikum wr wb