Kapolres Sukoharjo dan Kapolsek Kartasura Ikut Memakamkan Jenazah Diduga PDP Covid-19

Kartasura, infopawartos.com – Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo P,SH,SIK,MSi dan Kapolsek Kartasura AKP Dani permana putra,S.H,S.iK,M.H ikut memakamkan jenazah Paseien Dalam Pengawasan (PDP) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ngumbul, Wirogunan, Kartasura, Sukoharjo, Selasa, (14/4/2020).

Prosesi pemakaman pasien diduga PDP Covid-19 di TPU Ngumbul Wirogunan Kartasura

Pria yang akrab disapa Dani itu pun ikut prosesi pemakaman jenazah mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Sementara para petugas pun juga mengenakan APD lengkap.

Dalam keterangannya Dani memastikan kepada masyarakat bahwa jenazah masih dalam PDP, karena sebelumya jenazah tidak melakukan perjalanan ke daerah terdampak atau terpapar Covid-19.

Prosesi pemakaman pasien diduga PDP Covid-19 di TPU Ngumbul Wirogunan Kartasura

Dikarenakan pademi Covid-19 dan jenazah memiliki gejela seperti Covid-19, yaitu demam, sesak nafas berat dan infeksi berat. Adapun sebelum meninggal dunia, jenazah sudah mempunyai riwat stroke selama 1,5 tahun. Maka prosesi pemakaman menggunakan SOP pemakaman pasien Covid-19.

“Kami pastikan almarhumah masih dalam tahapan PDP dimana di tempatkan di ruang isolasi salah satu RS di Kartasura dengan analisa penyebab dari covid 19, akan tetapi masyarakat tidak khawatir karena beliau jg sebelumnya tidak pernah bepergian ke daerah terdampak/terpapar akan tetapi karena situasi pandemi covid 19 sehingga dilakukan pemakaman ssuai SOP pemakaman pasien Covid-19,” jelas Dani Permana ke tim redaksi infopawartos.com

Standar Opersional Prosedur (SOP) pemakaman jenazah Covid-19

Dani ingin meyakinkan masyarakat jika jenazah pasien Covid-19 tak akan berpotensi menular lantaran proses pemulasaraan telah sesuai standar kesehatan. “Semua yang sudah meninggal dunia jauh dari potensi penularan (kepada masyarakat). Prosedur (pemulasaraan) sudah dilakukan sangat ketat sehingga sangat aman,” kata Dani.

Dalam prosesi pemakaman tersebut tidak ada penolakan dari warga karena sebelumnya warga telah mendapatkan edukasi dan sosialisasi SOP pemakaman pasien Covid-19. Dari informasi yang ia terima, virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 itu akan mati tujuh jam setelah pasien meninggal dunia.

Apalagi, Standar Opersional Prosedur (SOP) atau protokol kesehatan pemulasaraan jenazah sebelum dimakamkan pun ketat, mulai dari disemprot disinfektan, dibungkus plastik khusus, hingga membungkus kembali bagian luar peti mati dengan plastik. Jadi virus tidak akan menulari masyarakat di sekitarnya.

“Masyarakat tidak ada penolakan dimana dipastikan oleh Kepala Desa Wirogunan, serta pemakaman almarhumah meninggal langsung disaksikan oleh Camat Kartasura, dan Danramil.” lanjut Dani.

Kapolsek Dani Permana Melepaskan APD setelah prosesi pemakaman.

Apresiasi Masyarakat

Yanu warga wirogunan selaku tokoh masyarakat dan perangkat kecamatan, mengapresiasi seluruh petugas medis dan jajaran kepolisian Kapolsek Kartasura dan Kapolres Sukoharjo yang mengenakan APD lengkap dalam prosesi pemakamannya.

“Saya sangat mengapresiasi bapak kapolsek dan kapolres ikut terjun langsung dalam pemakaman pasien Covid-19 ini,” kata Yanu.