Melalui Program 10.000 Berbagi, Pawartos Membagikan Sembako ke Janda Miskin

Kartasura, infopawartos.com – Perkumpulan Warga Ageng Kartasura (Pawartos) membagikan ratusan paket sembako kepada para single parent atau janda miskin Kartasura. Pembagian dilakukan untuk meringankan beban para janda atau orang tua tunggal di masa pandemi Corona (COVID-19).

Tahap pertama kegiatan bagi sembako ini, Pawartos mendistribusikan di kelurahan Kartasura, Ngabeyan, Ngemplak dan Kertonatan. Mereka berharap bantuan yang diberikan memenuhi kebutuhan hidup para single parent di kecamatan Kartasura.

“Kami dari Pawartos melalui program Pawartos 10.000 Berbagi pada tahap pertama ini membagikan 100 paket sembako. Jadi yang jadi target kita adalah single parent atau janda miskin yang ada di wilayah kelurahan-kelurahan,” kata salah satu presidium Pawartos, Ahmad Baharuddin, Jumat (8/5/2020).

Ia menjelaskan pembagian sembako tahap pertama ini di khususkan pada janda miskin, lantaran ditengah pandemi seperti ini seberapapun bantuannya akan meringankan beban mereka.

“Kami melihat masih banyak janda miskin yang belum tersentuh bantuan, banyak keluarga yang tidak mampu, semoga dengan bantuan ini bisa sedikit meringankan beban mereka,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga Kertonantan yang menerima bantuan bersyukur mendapatkan paket sembako. Dia mengatakan bantuan ini tiba disaat yang tepat, karena stok beras dirumahnya sudah habis.

“Alhamdulillah ada sembako dikasih ki. Ini untuk kebutuhan besok,” ucap dia.

Salah satu presidium Pawartos lainnya, Ruthsahaya Sapujiati mengatakan, pada tahap pertama ini kita kampanye soal ketahanan pangan para single parent khususnya janda miskin. Tahap ke-dua kami akan melakukan kegiatan penjualan sembako setengah harga. Tahap ke-tiga kami akan kembali menyapa warga yang membutuhkan dengan memberikan paket sembako.

“Program pembagian sembako gratis kepada warga yang membutuhkan dan program jual sembako setengah harga pendanaanya dari program Pawartos 10.000 berbagi. Kami menghimpun dana dari warga atau donatur kemudian kami wujudkan dalam bentuk sembako dan kami distribusikan kepada warga yang membutuhkan.” terang Ipoet, sapaan akrab Ruthsahaya Sapujiati.